Blogger news

Jumat, 08 Agustus 2014

Cara mengcopy file dari komputer lokal ke komputer lain menggunakan SCP (Secure Copy Protocol)

Tanpa harus menggunakan filezilla(pengganti filezilla) 

                                       
 Secure Copy Protocol adalah sebuah tool yang sangat berguna dalam mengirim dan menerima file melalui Secure Shell (SSH) di internet tanpa (atau dengan sedikit) resiko jalur kita terdeteksi oleh pihak lain. Berikut adalah cara menggunakan SCP untuk mengirim file dan menerima file.




 Sumber : http://lukmanposting.blogspot.com/2014/07/cara-mengnyalin-file-dari-komputer.html

Buka Terminal lalu masuk root..

root@smkn4klt:~#scp namafile.ext username@(ip yg anda tuju):/nama folder tujuan

contoh dari saya :
root@smkn4klt:~#scp prestashop_1.5.3.1.zip root@192.168.12.23:/var/www/html > lalu enter
 

Selasa, 05 Agustus 2014

Sekilas Tentang GNU General Public License




GNU General Public License (disingkat GNU GPL, atau cukup GPL; dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi lisensi publik umum) merupakan suatu lisensi perangkat lunak bebas yang aslinya ditulis oleh Richard Stallman untuk proyek GNU. Lisensi GPL memberikan penerima salinan perangkat lunak hak dari perangkat lunak bebas dan menggunakan copyleft untuk memastikan kebebasan yang sama diterapkan pada versi berikutnya dari karya tersebut. GPL terakhir lisensi ini, yaitu versi 3, dirilis 27 Juni 2007. GNU Lesser General Public License (LGPL) merupakan versi lain GPL, ditujukan untuk penggunaan beberapa software library.
Berdasarkan beberapa pengukuran, GPL merupakan lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka terpopuler. Per Januari 2006, GPL digunakan oleh 66% dari 41.962 perangkat lunak bebas yang terdaftar di Freshmeat, serta 68 % dari keseluruhan perangkat lunak bebas yang terdaftar di SourceForge.net.

Sejarah :
Perencanaan untuk sistem operasi GNU diperkenalkan kepada khalayak ramai pada 27 September 1983, melalui newsgroup net.unix-wizards dan net.usoft oleh Richard Stallman. Pengembangan perangkat lunak mulai dikembangkan pada 5 Januari 1984, ketika Stallman keluar dari pekerjaannya di Laboratorium Kecerdasan Buatan, Institut Teknologi Massachusetts, jadi mereka tidak dapat mengakui kepemilikan atau mengganggu penyebaran GNU sebagai perangkat lunak bebas. Richard Stallman memilih nama GNU dengan menggunakan permainan kata-kata, termasuk lagu The Gnu.


Tujuannya adalah untuk mewujudkan sistem operasi yang sepenuhnya bebas. Stallman ingin para pengguna komputer bebas, seperti pada era 1960-an dan 1970-an — bebas mempelajari kode sumber perangkat lunak yang mereka gunakan, bebas berbagi perangkat lunak dengan orang lain, bebas memodifikasi perilaku perangkat lunak, dan bebas merilis versi-versi perangkat lunak yang mereka modifikasi. Filsafat ini kemudian diumumkan sebagai GNU Manifesto pada Maret 1985.

Pengalaman Richard Stallman dengan Incompatible Timesharing System (ITS), sistem operasi kuno yang ditulis menggunakan bahasa assembly (rakitan) yang menjadi usang karena dihentikannya PDP-10, arsitektur komputer tempat ditulisnya ITS, mengarah kepada suatu keputusan bahwa sistem portabel adalah sebuah keperluan.Oleh karena itulah GNU sebagian besar kompatibel dengan Unix. Di waktu yang sama, Unix telah menjadi sistem operasi tak bebas yang umum dipakai. Perancangan Unix telah terbukti kokoh, dan modular, jadi perancangan tersebut dapat diterapkan kembali bagian demi bagian.

Banyak perangkat lunak yang diperlukan harus ditulis dari scratch (goresan awal), tetapi komponen-komponen bebas kompatibel yang ada juga dipakai, misalnya sistem typesetting TeX, dan X Window System. Sebagian besar dari GNU ditulis oleh sukarelawan; pada waktu luangnya, beberapa lagi dibayar perusahaan, lembaga pendidikan, dan organisasi nirlaba lainnya. Pada Oktober 1985, Stallman mendirikan Free Software Foundation (FSF). Di penghujung 1980-an dan awal 1990-an, FSF menyewa para pengembang perangkat lunak untuk menulis perangkat-perangkat lunak yang diperlukan GNU.

Karena GNU meraih kemasyhuran, badan-badan usaha yang berminat mulai menyokong pengembangan atau menjual perangkat lunak GNU dan dukungan teknisnya. Yang paling mengemuka dan berjaya dari semua itu adalah Cygnus Solutions, kini bagian dari Red Hat.

Perancangan dan Penerapan :
Perencanaan awal untuk GNU adalah supaya kompatibel dengan Unix, sambil menambahkan perbaikan yang berguna. Sejak 1990, sistem GNU memiliki editor teks yang ekstensibel (Emacs), compiler optimisasi yang sangat berjaya (GCC), dan sebagian besar pustaka inti dan utilitas distribusi Unix standar. Sebagai tujuannya untuk mewujudkan sistem operasi yang sepenuhnya bebas — lebih daripada keharusan menuliskan keseluruhan sistem operasi bebas — Stallman berupaya menggunakan perangkat lunak yang sudah ada ketika hal itu mungkin. Pada 1980-an terdapat sedikit perangkat lunak bebas, tetapi telah ada X Window System untuk tampilan grafis, sistem typesetting TeX, dan kernel mikro Mach. Komponen-komponen ini diintegrasikan ke dalam GNU.
Di dalam Manifesto GNU, Stallman menuliskan bahwa "sebuah kernel permulaan ada, tetapi ada lebih banyak fitur yang diperlukan untuk mengemulasi Unix". Dia merujuk kepadaTRIX, sebuah kernel panggilan prosedur jarak jauh yang dikembangkan di Institut Teknologi Massachusetts, yang para penulisnya telah memutuskan untuk menyebarkannya sebagai perangkat lunak bebas, dan kompatibel dengan Version 7 Unix. Pada Desember 1986, upaya telah dilakukan untuk memodifikasi kernel ini. Tetapi, para pengembang sebenarnya berpendapat bahwa hal ini tidaklah berguna sebagai titik permulaan, terutama karena kernel itu hanya bekerja pada "sebuah peti 68000 yang mahal dan tidak jelas" dan kemudian harus diportasi ke arsitektur lainnya sebelum dapat digunakan.
Perencanaan dini Projek GNU adalah untuk mengadaptasi kernel BSD 4.4-Lite untuk GNU. Tetapi karena minimnya kerjasama dari para programer Berkeley, sejak 1998 Stallman beralih menggunakan Mach kernel yang dikembangkan di Universitas Mellon Carnegie, kendati rilisnya sebagai perangkat lunak bebas ditunda sampai 1990 sambil para pengembangnya bekerja untuk menghilangkan kode-kode yang patennya menjadi milik AT&T. Thomas Bushnell, arsitek perintis Hurd, berkata di dalam peninjauannya bahwa keputusan untuk memulai sebuah kernel baru sebagai ganti mengadaptasi karya BSD telah cukup memundurkan projek, dan oleh karena itulah projek ini harus menggunakan kernel BSD.
Perancangan kernel ini merupakan permulaan terbesar GNU dari Unix "tradisional". Kernel GNU merupakan Microkernel multiserver, dan terdiri dari sehimpunan program yang memanggil server-server yang memberikan fungsionalitas yang sama sebagai kernel Unix tradisional. Karena kernel mikro Mach, menurut perancangannya, hanya menyediakan fungsionalitas kernel tingkat-rendah, Projek GNU harus mengembangkan bagian-bagian tingkatan yang lebih tinggi dari kernel itu, sebagai kumpulan program-program pengguna. Mulanya, kumpulan ini disebut Alix, tetapi pengembang Thomas Bushnell lebih suka memanggilnya Hurd, jadi nama Alix dipindahkan ke suatu subsistem dan sebenarnya menghilang sama sekali. Sebenarnya, kemajuan pengembangan Hurd menjadi sangat lamban karena isu-isu teknis yang terus saja muncul.
Meskipun pada 2002 Stallman secara optimistik memperkirakan dirilisnya GNU/Hurd, pengembangan dan perancangan lebih jauh masih saja diperlukan. Rilis terbaru dari Hurd adalah versi 0.2. Versi tersebut cukup stabil, cocok untuk penggunaan di dalam aplikasi-aplikasi non-kritikal. Sejak 2005, Hurd lamban dikembangkan, dan kini merupakan kernel resmi sistem GNU. Ada juga projek yang berjalan dengan cara memportasi sistem GNU ke kernel-kernel FreeBSDNetBSD, dan OpenSolaris.
Setelah kernel Linux dapat digunakan dan dialihkan ke lisensi perangkat lunak bebas, kernel itu menjadi host yang paling lazim untuk perangkat lunak GNU. Projek GNU menggulirkan istilah GNU/Linux untuk sistem-sistem demikian.

Hakcipta,Licensi dan Pelayanan :
Projek GNU menganjurkan para penyumbang untuk menyerahkan hakcipta paket-paket GNU ke Free Software Foundation, kendati bukan keharusan.

Undang-undang hakcipta memberi pemegang hakcipta secara signifikan untuk mengawasi dan mengendalikan penyalinan dan penyebaran suatu karya, tetapi FSF menuliskan sebuah lisensi untuk perangkat lunak GNU yang memberi izin kepada penerima untuk menyalin dan menyebarkan kembali perangkat lunak di bawah pasal-pasal yang sangat permisif. Di sebagian besar era 1980-an, tiap-tiap paket GNU memiliki lisensinya sendiri - Emacs General Public License, GCC General Public License, dan lain-lain. Pada 1989, FSF menerbitkan lisensi tunggal yang dapat mereka gunakan untuk semua perangkat lunak mereka, dan dapat digunakan oleh projek-projek non-GNU, yakni GNU General Public License (GPL).
Lisensi ini kini dipakai oleh sebagian besar program GNU, juga sejumlah program perangkat lunak bebas yang bukan bagian dari projek GNU; biasa disebut sebagai Free software license. Lisensi ini memberi hak kepada para penerima program untuk menjalankan, menyalin, memodifikasi, dan menyebarkannya kembali, tetapi melarang mereka menambahkan syarat tambahan pada salinan yang mereka sebarkan. Gagasan ini sering dinyatakan sebagai Copyleft.
Pada 1991, GNU Lesser General Public License (LGPL), kemudian dikenal sebagai Library General Public License, ditulis untuk beberapa pustaka tertentu. Pada 1991 juga dirilis versi 2 dari GNU GPL. GNU Free Documentation License (FDL), untuk dokumentasi, pada 2000. GPL dan LGPL adalah revisi terhadap versi 3 pada 2007, memperbaiki aplikabilitas internasional, dan menambahkan perlindungan bagi para pengguna, di mana perangkat keras yang mereka miliki membatasi perubahan perangkat lunak.
Sebagian besar perangkat lunak GNU disebarkan di bawah GPL. Sebagian kecil disebarkan di bawah GPL, dan lebih sedikit paket-paket disebarkan di bawah permissive free software licenses

Perangkat Lunak GNU :

Banyak program GNU telah diportasi ke bermacam-macam sistem operasi lainnya, termasuk platform-platform proprietary, seperti Microsoft Windows dan Mac OS X. Mereka sering diinstal pada sistem-sistem UNIX yang proprietary sebagai pengganti untuk utilitas-utilitas proprietary, tetapi ini sering menjadi topik hangat di antara para pecandu, sebagai motif untuk mengembangkan program-program ini untuk menggantikan sistem-sistem itu dengan perangkat lunak bebas, tidak untuk memperbaikinya. Program-program GNU, yang berada di dalam kasus-kasus pertandingan, diuji untuk membuktikan diri lebih andal daripada saingan-saingannya, UNIX proprietary.
Pada 2007, terdapat 319 paket GNU yang disediakan di situs pengembangan resmi GNU.

Penyebaran GNU :
Penggunaan bersama-sama Linux kernel sejauh ini menjadi vektor penyebaran terumum perangkat lunak GNU, meskipun kernel Linux itu sendiri bukan bagian dari GNU.
Varian GNU lainnya yang tidak menggunakan Hurd sebagai kernelnya adalah Debian GNU/kFreeBSD dan Debian GNU/NetBSD dari Debian, Nexenta OS (GNU plus kernelOpenSolaris) dan GNU-Darwin. GNU sendiri disebarkan sebagai Debian GNU/Hurd oleh projek Debian, dan sebuah Live CD juga tersedia dari Superunpriviledged.org

Logo GNU :
Logo GNU adalah sebuah kepala gnu. Lukisan logo yang terkenal ini pertama dibuat oleh Etienne Suvasa. Logo ini muncul di dalam perangkat lunak GNU dan di dalam dokumentasi elektronik dan tercetak untuk projek GNU, dan juga dipakai di dalam bahan-bahan Free Software Foundation.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/GNU

Istilah-istilah dalam konfigurasi bind9

1. Time To Live (TTL) adalah waktu yang dalam detik sebagai indikasi lamanya sebuahresolver menyimpan resource records (RR) di cache sebelum di hapus dan memintanya kembali ke server domain. Jika parameter TTL di kosongkan maka secara default akan menggunakan minimum waktu yang di set pada start of authority (SOA)
2. Start of Authority (SOA) adalah otoritas awal yang mengacu pada DNS server yang menyediakan informasi tentang domain Internet. Dan "example.com" adalah name serverutama ini dan root.example.com adalah administrator/orang yang bertanggung jawab domain tersebut.
3. Refresh timout adalah waktu yang dijadikan sebagai acuan kapan sebuah slave server akan memeriksa perubahan zona yang ada di server utama (master). Slave server akan membandingkan nilai dari serial number akan menyalin data zona yang ada.
4. Retry timeout adalah waktu yang dijadikan acuan kapan sebuah slave master akan memeriksa kembali serial number dari server utama jika slave tidak mendapat jawaban ataut respon.
5. Expire adalah sebagai acuan berapa lama slave server mengambil alih kendali pelayanan data otoritas domain saat master server sedang down.
6. Mail Exchanger (MX) Rekaman MXdibutuhkan oleh sebuah sistem mail untuk merutekan e-mail secara efisien
7. Address (A) Data untuk catatan 'A' berisi alamat IP yang merupakan pemetaanhostname ke IP address. Setiap komputer atau host harus memiliki catatanini dengan alamat IP masing-masing yang sifatnya statis dan bukan dinamis.
8. Name Server (NS) Digunakan untuk mendefinisikan server mana sja yang merupakan otoritas dari sebuah zona dan mendelegasikan subdomain ke organisasi yang lain.

Sumber : http://lukmanposting.blogspot.com/2014/07/installasi-bind-ip-10.html

Menambahkan Repository Kambing.ui pada Debian 7

Repository adalah sekumpulan paket-paket aplikasi atau program untuk sebuah sistem operasi (red : Linux) yang digunakan untuk menunjang kinerja dari sebuah aplikasi, program, dan sebagainya.
nano /etc/apt.sources.list >enter


ketik'kan :

deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy-updates main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ wheezy/updates main contrib non-free



Kamis, 24 Juli 2014

Menginstall dan Memonitor Jaringan Menggunakan Iptraf

IPTraf adalah konsol berbasis software yang menyediakan statistik Pekerjaan mengumpulkan informasi koneksi TCP, seperti statistik dan aktivitas interface, dan tetes TCP dan lalu lintas UDP. Ini tersedia dalam sistem operasi GNU / Linux.

Langkah menginstall iptraf :


1. Buka Terminal, lalu masuk root

2. Install iptraf
apt-get install iptraf
Tunggu hingga proses selesai

3. ketik'kan iptraf > enter
Akan muncul tampilan iptraf



Pengertian Firewall

Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

Tembok-api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.

  • Jenis-jenis Firewall
Firewall terbagi menjadi dua jenis :
    1. Personal Firewall: Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk firewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari firewall jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1), Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.
    2. Network Firewall: Network Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris. Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.
  • Fungsi Firewall :
1. Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
2. Melakukan autentikasi terhadap akses
3. Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
4. Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
  • Cara Kerja Firewall :
 Firewall berada di antara kedua jaringan seperti internet dan komputer sehingga firewall berfungsi sebagai pelindung. Tujuan utama adanya firewall adalah untuk user yang tidak menginginkan lalu lintas jaringan yang berusaha masuk ke komputer, namun tidak hanya itu saja yang bisa dilakukan firewall. Firewall juga dapat menganalisis jaringan yang mencoba masuk ke komputer anda, dan dapat melakukan apa yang harus dilakukan ketika jaringan tersebut masuk. Contohnya saja, firewall bisa diatur untuk memblokir beberapa jenis jaringan yang mencoba keluar atau mencatat log lalu lintas jaringan yang mencurigakan.

Firewall bisa memiliki berbagai aturan yang dapat anda tambahkan atau hapus untuk menolak jaringan tertentu. Contohnya saja, hanya dapat mengakses alamat IP tertentu atau mengumpulkan semua akses dari tempat lain untuk ke satu tempat yang aman terlebih dahulu.

Rabu, 23 Juli 2014

Cara Menginstall glpi diUbuntu 14.04

GLPI, sebuah initialism untuk Gestionnaire libre de parc informatique (Gratis Manajemen Peralatan Komputer), dirancang oleh Indepnet Association (organisasi nirlaba) pada tahun 2003.
GLPI adalah gratis asset dan manajemen paket perangkat lunak TI, juga menawarkan fungsi seperti servicedesk ITIL atau pelacakan lisensi dan perangkat lunak audit.

selengkapnya baca wiki glpi : wikiglpi

Langkah-langkah menginstall glpi di ubuntu 14.04 :

1. Pastikan dulu lamp-server sudah terinstall

2. Buka Terminal, lalu masuk ke root

3. Install glpi'nya
apt-get install gpli > enter
Akan muncul konfigurasi databases


 > yes


Masuk'kan password databases > oke


Masuk'kan password MySQL application > oke


Masuk'kan password lagi > oke


Glpi configuration > oke

4. Jika sudah, close terminal
Buka browser ketik Ip anda/glpi atau localhost/glpi
Akan muncul tampilan


Masuk'kan login dan password'nya > post


Selesai..